Nursih Widhayanti

Guru IPA di SMP Negeri 2 Parittiga Kab.Bangka Barat ...

Selengkapnya
Doa Pagi Si Sulung
F.A Zaidan

Doa Pagi Si Sulung

Parti, 2018

“Zain berdoa dulu ya “ perintahku saat sudah keluar dari halaman rumah.

“Bismillahitawakkaltu alallahi laa hawla wala quwwata illa billah, Allahumma inni as aluka ‘ilmaan nafiaan wa rizqon thoyyiban wa amalan mutaqobbalan, Robbis rohli sodri wayassirli amri wahlul uqdataamilisani yaf qohu qowlii, Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiro ti hasanah wa qina azaa bannar ,Robbana atina milladunka rohmatan wa hayyi’lana min amrina rosyada, Allahummaghfirli wa liwa lidayya warhamhuma kama robbayani soghiro, sudah bu ..” jawab Zain,

“Aamiin ya Robbal alamiiin.....” ujar kami berdua bersamaan,

“Ibu jangan ngebut, kita sudah telat ya?” tanya Zain,

“Oke mas, belum telat kok, ibu masih harus beli pertalite di toko Bapak situ” jawabku sambil membuka kaca helm, karena jika sudah sampai di perempatan ini harus ekstra hati-hati, ramai dan terkadang ada Ibu-ibu yang memasang lampu sent kanan tapi belok kiri.

“Selamat bersenang-senang ya Zain sama teman-teman, nanti om Andra yang jemput Zain“ pesanku padanya. Aku perhatikan langkahnya sampai ke gerbang sekolah dan disambut dua gurunya untuk bersalaman. Setelah itu aku melaju ke sekolah yang jaraknya sekitar 16 km dari sini.

“Laa haula wala quwwata illa billah..astaghfirullahal adzim..yaa Allah semoga keluargaku, Bapak Ibuku, Adik-adikku sehat selalu, dilimpahkan rezeki dan keberkahan..hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’mannasiir.. “ kuulangi beberapa kali.

Kadang saat melewati sisi jalan yang tak halus dilewati, atau jika berpapasan dengan siswa yang akan ke sekolah, aku menjadi lupa untuk kembali ke kalimat-kalimat doaku. Begitulah setan begitu aktif menggoda pikiran manusia. Belajar terus untuk menjaga diri, mengelola hati, membekali diri. Apalagi sekarang fitnah sudah merajalela, bencana dimana-mana, kisruh politik selalu menghiasi kabar berita di sosial media, saat menjadi jamaah online pun para Ustadz mengabarkan jika tanda-tanda datangnya kiamat yang sudah mulai terasa, jujur aku khawatir dengan ketiga anakku nanti saat mereka dewasa. Aku cemas sepeninggalku nanti mereka kehilangan arah dan pedoman. Untaian doaku saat menemani mereka bermain selalu kuucapkan dalam hati, agar mereka menjadi orang yang beruntung, selamat di dunia dan di akhirat, dijauhkan dari hutang, riba dan zina. Aamiin ya Robbal alamiin.. Entah ini cemas yang akut atau memang perasaan seorang Ibu yang setiap hari melihat dunia yang begitu banyak tantangan dan godaan, sehingga perlu doa yang berlebihan untuk para buah hatinya.

Aku senang Zain mudah menghafal surat-surat pendek, walaupun baru sampai surat Al-Kafirun, ayat Qursi dan Al Baqoroh ayat 1-5. Kadang dia minta diajari iqomat pada Ayahnya dan murajaah surat At-Tin yang belum fasih benar. Kendalaku jika sudah merasa letih diwaktu sore aku menjadi lupa untuk menjadwalkan Zain mengulang hafalan.

****

Tak terasa sudah tiba di depan sekolah, bel berbunyi saat aku berjalan menuju ruang guru. Kusapa beberapa siswa yang sedang piket umum di dapur.

“Hari selasa yang sibuk” gumamku,

Sudah terdengar lantunan surat Ar-Rahman dari IX-D kelasku sebagai kegiatan literasi tiap pagi mengawali kegiatan belajar. Jadwalku tiga jam hari ini IPA di IX-D. Materi Pewarisan Sifat yg kusampaikan masih belum begitu mereka kuasai. Menentukan genotip berupa huruf kulihat ruwet bagi mereka untuk dipahami.

“Bismillah.. Assalamualaikum anak-anak..” salamku memasuki kelas.

“Waalaikumussalam Ibu” jawab mereka serentak.

Kutanyakan kabar mereka hari ini, memantau kehadiran dan memperhatikan kebersihan kelas oleh petugas piket.

Beberapa siswi menyampaikan kabar jika temannya ada yang sakit dan masih berada di rumah sakit hingga hari ini. Jawaban mengejutkan setelah aku bertanya sakit apa, mereka menjawab “Deva meminum Bayclin Bu”,

“Whaaaaatttssss,,,,”sontak aku kaget luar biasa, kutanyakan kenapa sampai minum larutan pemutih baju tersebut.

“Bapakknya marah Bu, karena Deva sering main tak ingat waktu dan pulang setelah waktu Magrib” jawab mereka.

“Baiklah, nanti siang kita jenguk Deva ya ke Rumah Sakit, semoga dia cepat pulih. Dan yang paling penting Ibu tidak ingin ada kabar serupa setelah peristiwa Deva ini. Jika ada masalah apapun, curhatlah dengan teman atau dengan Ibu, solat dan berdoalah untuk kebaikan kita. Orangtua kita yang merawat kita dari kecil, hormati dan taati tiap kata-katanya. Karena Ibu yakin semua orangtua di dunia ini sangat mencintai anaknya, dan tidak ingin anaknya salah pergaulan, paham kalian nak?” tanyaku setelah memberikan nasihat.

“Paham Bu..” jawab mereka serempak.

Kulanjutkan untuk praktikum persilangan dihibrid menggunakaan kancing genetika. Mereka selalu antusias belajar jika disebutkan kata praktikum. Mengambil posisi untuk duduk berkelompok memakan waktu tiga menit. Segera kubagikan kancing genetika pada tiap kelompok.

“Semalam dipelajari tidak yang monohibrid?” tanyaku pada mereka, kasak-kusuk mereka menjawab belajar, ada yang tidak, adapula yang menjawab sudah tidur jam 8 malam. Kadang aku bertanya-tanya kemana orangtuanya, apakah sudah hilang budaya anak harus belajar dimalam hari. Aku menjadi ingat dengan program TV OFF saat KKN dulu di dusun Randubelang Bantul. Program ini dilaksanakan waktu bulan Ramadhan. Jika saja program ini dijalankan dua jam saja di jam belajar malam hari, aku jamin siswa-siswi di sekolah ini lebih konsentrasi dan sukses dalam pelajaran tiap harinya.

Tantangan guru di era sekarang memang sangat berat. Era digital memicu pergaulan yang kurang mendidik menjadi sangat tinggi grafiknya. Untuk itu peran orangtua sangat perlu ditingkatkan dalam mendidik anak remaja yang sedang dalam masa transisi dan pubertas. Seorang guru pun harus memberdayakan dirinya untuk bisa memiliki kompetensi dan kecakapan tinggi dalam menghadapi siswa dengan berbagai watak dan prilaku. Kabar siswi hamil saat di SMP atau di sekolah lanjutan sudah biasa kami dengar. Kecelakaan disaat mereka mengendarai motor dimalam hari. Kadang kasus siswi yang memiliki genk malak ke siswi lainnya. Sungguh kompleks masalah yang ada di sekolah ini.

Setelah selesai mereka mengumpulkan lembar kerja praktikumnya, sedikitku berikan wejangan yang kuharapkan menyentuh hati mereka.

“Dulu ketika saya masih kuliah semester awal, pernah Kakek saya berkata jika kita hidup ini ada dua pilihan, ada baik dan buruk. Umur sudah ditentukan batasnya, tapi melewatinya adalah cermin dari apa yang telah diperbuat. Ada yang melewatinya dengan mudah karena semasa hidupnya penuh dengan amal kebaikan, sedangkan jika dilewati dengan kemungkaran, melewatinya pun dengan kesulitan, innalillahi..Allah tak pernah lupa dengan kita. Tapi kita yang hanya manusia penuh kekurangan kadang begitu sombong dan lupa jika semua ini hanya milikNya. Belajarlah nak dengan tekun, beribadahlah dengan khusyuk dan tawaduk. Orang yang berilmu dan beramal, senantiasa dijaga oleh ilmu dan Tuhannya, agar selalu berada di jalan kebenaran. Ibu berharap sepuluh tahun lagi kita bertemu dalam keadaan yang baik dan membanggakan. Kalian harapan orangtua dan harapan Ibu juga. Kalian adalah generasi penerus bangsa, ibarat rumput yang selalu beregenerasi, itulah kalian yang akan menggantikan posisi Ibu dan Bapak guru nanti, “ ucapku diakhiri dengan jawaban “Aamiin ya Robbal alamiin” dari mereka. Wajah-wajah optimis mereka mulai kulihat.

“Lima bulan dari sekarang sepakat untuk bersaing dalam belajar???” tanyaku penuh harap,

“Siap Bu, sepakat !!!” jawab mereka sambil teriak,

“Oke,,deal” tegasku sambil tertawa. IX-D tampak ceria hari ini.

*******

Hari ini tanggal 22 Desember, bertepatan dengan Hari Ibu. Undangan dari sekolah Zain untuk hadir memperingatinya pun sudah kuterima. Perlengkapan untuk dua kegiatan sudah siap untuk dibawa. Zain memintaku untuk bergegas berangkat karena dia tidak mau telat.

Sesampai di sekolah Zain, aku mengambil tempat duduk di sudut dekat tiang tenda. Halaman yang rata dengan rumput gajah mini tampak basah karena hujan tadi pagi. Ibu-ibu yang lain mulai memenuhi kursi yang disediakan. Host memandu acara pertama yang diisi oleh 6 siswa penari. Gerakan luwes mereka membuat para tamu undangan berdecak kagum. Dengan diiringi musik mereka terlihat lincah dan lucu. Acara dilanjutkan dengan sesi mewarnai gambar oleh siswa bersama sang Ibu. Sekitar 45 menit waktu berselang, gambar milik Zain dan Fawwazah selesai dan dikumpulkan bersamaan ke Bu Intan. Pengumuman hasil mewarnai akan disampaikan diakhir acara.

Tibalah ke sesi utama yang merupakan inti dari perayaan hari Ibu. Para ibu guru memberi komando untuk mengisi baskom dengan air yang sudah disediakan melalui drum dan selang. Tempat duduk sudah disusun rapi di halaman kelas TK A. Ibu pemandu acara sudah mengkondisikan para Ibu dan anaknya menduduki kursi kecil yang sudah dibawa dari rumah.

Diiringi lagu berjudul Bunda yang dipopulerkan oleh Melly Guslow, Ibu Sundari selaku Kepala Sekolah TK Negeri Pembina memberi untaian kata untuk menambah suasana haru ketika para siswa mulai menbasuh kaki ibunya. Aku menahan airmata ketika Zain dengan seksama membasahi kakiku dengan air berkali-kali. Wajahnya tampak serius dan kadang melihat kearahku. Bu Ikra dan Bu Lilis berkeliling mengabadikan moment bahagia ini dengan merekam menggunakan smartphone.

Setelah membasuh kaki, siswa siswi TK yang rata-rata berumur 6 tahun mulai mengeringkan kaki Ibunya dengan handuk. Ibu Sundari mengarahkan agar Ibu menyampaikan pesan dan doa kepada anaknya.

Kukatakan pada Zain “Zain anak pertama Ibu, jadilah anak soleh ya Mas..anak berbakti pada Ayah ibu, sayang pada adik-adik Zain, doain Ibu sehat terus ya Mas, agar Ibu bisa lihat Zain sukses bersama adik-adik”,

“Aamiin .. terimakasih Ibu” jawab Zain pelan sambil meringis tertawa.

“Anak ini..lucu kalau lagi serius” sambil kucubit pipinya,

Zain menyalami tanganku dan mencium pipiku, serempak dengan siswa -siswi yang lain. Sungguh ini moment termanis untukku dan Zain.

Tiba-tiba Zain membisikkan kalimat ke telingaku “Zain sayang Ibu”,

Aku tertawa sambil menjawab “Iya Ibu juga sayang Zain, tapi nanti Zain bantu Ibu mencuci piring ya”,

“Siap Bos” jawabnya sambil memberi hormat.

“Perfect “ sambutku bahagia.

*****

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Doa penting dlm jalankan kehidupan. Sukses selalu dan barakallah

05 Dec
Balas

Aamiin ya Robbal alamiin..matur nuwun Ibu Siti Ropiah.. Tabarakallah..

06 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali